SISTEM OPERASI JARINGAN (Beserta cara Instalasi Windows Server 2019)
SISTEM OPERASI JARINGAN
Sistem operasi jaringan (Network Operating System) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau serviceyang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pda akahir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
1. Menyediakan fungsi khusus untuk:
- Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
- Mengelola sumber daya jaringan
- Menyediakan Layanan
- Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
2. Sistem operasi oleh jaringan client/server yang umum digunakan: Windows NT Server Family (Windows Server 2000 dan 2003), Novel NetWare, dan Unix/Linux
3. Windows 98, Windows 2000 Professional Windows XP Professional, dan Windows NT Workstation tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti dapat mengakses file dan printer.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagi berikut:
1. Microsoft MS-NET
2. Microsoft LAN Manager
3. Novell NetWare
4. Microsoft Windows NT Server
5. GNU/Linux
6. Banyan VINES
KARAKTERISIK SISTEM OPERASI JARINGAN
Ada beberapa karakteristik yang dapat dilihat pada sistem operasi jaringan. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Memiliki Pusat kendali sumber daya jaringan
2. Memiliki akses aman ke sebuah jaringan
3. Mengizinkan remote user untuk dapat terkoneksi ke suatu jaringan
4. Mengizinkan user untuk dapat tekoneksi ke jaringan lainnya (misalnya internet)
5. Melakukan Backup Data dan memastikan Data tersebut tersedia untuk jangka waktu tertentu.
PENGGUNAAN SISTEM OPERASI JARINGAN
Tugas umum yang biasa diasosiasikan dengan penggunaan sistem operasi jaringan termasuk administrasi pengguna, pemantauan terhadap keamanan sumber daya yang ada di jaringan, aktivitas perawatan pada sistem dan juga tugas – tugas yang berkaitan dengan manajemen file tertentu. Berdasarkan penggunaannya terdapat dua tipe sistem operasi jaringan. Tipe sistem operasi jaringan tersebut adalah sistem operasi jaringan yang berbentuk peer-to-peer dan juga client/server.
Sistem operasi jaringan peer-to-peer memungkinkan pengguna untuk berbagi sumber daya maupun file tertentu yang berada pada komputer mereka disertai juga dengan akses tertentu kepada perangkat lainnya yang ada dalam jaringan yang telah terhubung. Sedangkan sistem operasi jaringan client/server memungkinkan jaringan untuk memiliki fungsi dan juga pengaplikasian suatu layanan pada satu atau beberapa server komputer.
Komputer server akan bertindak sebagai pusat sistem yang memungkinkan pengaturan akses, sumber daya serta keamanan bagi perangkat – perangkat yang terhubung. Sistem ini nantinya akan memberikan mekanisme yang akan menyatukan semua perangkat yang terhubung pada jaringan yang memungkinkan berbagai pengguna komputer untuk berbagi sumber daya yang dimiliki oleh mereka pada waktu bersamaan, tidak perduli dimana lokasi perangkat tersebut berada.
Biasanya untuk dapat saling terhubung satu sama lain diperlukan juga jenis – jenis kabel jaringan yang membantu proses penyambungan antara perangkat yang satu dengan perangkat lainnya. Seiring dengan perkembangan jaman sambungan ini tidak hanya terbatas pada kabel jaringan dan dapat dilakukan dengan proses nirkabel.
JENIS-JENIS SISTEM OPERASI JARINGAN
1. UNIX
- Multiuser dan Multitasking operating system
- DIbuat di Beli Laboratories awal tahun 1970an
- Tidak user Friendly
- Dapat menangani pemrosesan yang besar sekaligus menyediakan layanan Internet seperti Web Server, FTP Server, terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS) yang mengijinkan client dengan sistem operasi yang berbeda untuk mengakses file yang disimpan di komputer yang menggunakan sistem operasi LINUX.
- Trademark dari UNIX sekarang dipegang oleh The Open Group
2. Novell NetWare
- Dahulu digunakan sebagai LAN-Based Network Operating System
- DIbuat oleh Novell, Inc.
- Banyak digunakan pada awal sampai pertengahan tahun 1990-an
- Konsep: pembagian disk space dan printer
- Pengembangan
1. FIle Sharing: Layanan modul file, pencarian lokasi fisik dilakukan di server
2. Caching: meng-Caching file yang sedang aktif
3. NetWare Core Protocol (NTP) lebih efektif: tidak perlu ada acknewledgement untuk setiap permintaan atau data yang dikirim
4. Pelayanan selain file dan printer sharing seperti web, email, database, TCP/IP, IPX, dll.
3. OS/2
- 32-bit operating system yang dibuat IBM dan Microsoft, tetapi sekarang dikelola hanya oleh IBM
- Mirip seperti Windows tetapi mempunyai feature yang dimiliki oleh Linux dan Xenix
- Pengguna akan dihentikan diakhir Tahun 2006
- IBM Menggunakan Linux dan Keluarga Windows
4. Windows NT
- Dibuat oleh Microsoft sebagai kelanjutan dari OS/2 versi mereka
- Versi dan keluarga Windows NT:
1. Windows NT 3.51
2. Windows 2000 (NT 5.0)
3. Windows 2000 Professional (workstation version)
4. Windows 2000 Server
5. Windows 2000 Advanced Server
6. Windows 2000 Datacenter Server
7. Windows Server 2003
8. Windows XP
FUNGSI SISTEM OPERASI JARINGAN
- Menguhubungkan sejumlah komputer dengan perangkat lainnya ke sebuah jaringan yang telah dibuat sebelumnya.
- Mengelola sumber daya jaringan yang telah terbuat.
- Menyediakan layanan tertentu bagi perangkat – perangkat yang terhubung dengan jaringan ini.
- Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple user yang terhubung dengan suatu jaringan.
- Membantu kemudahan dalam proses penambahan perangkat client dan juga sumber daya lainnya.
- Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen suatu jaringan.
- Melakukan proses distribusi program dan juga update software kepada perangkat client yang terhubung jaringan.
- Membantu menggunakan kemampuan server pada jaringan komputer secara efisien.
- Membantu menyediakan toleransi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.
PRINSIP DAN CARA KERJA SISTEM OPERASI JARINGAN
Prinsip dan cara kerja sistem operasi jaringan sedikit berbeda dengan prinsip dan cara kerja pada komputer personal. Sedikitnya ada 4 komponen utama yang terdapat pada sebuah sistem jaringan komputer sehingga dapat memenuhi standar kerja sebuah sistem operasi dianggap sebagai sistem operasi jaringan, yakni :- Sender (pengirim data informasi)
- Protokol (yang meng-encode dan men-decode data informasi)
- Media transmisi (medium transfer data), dan
- Receiver (penerima data informasi).
Cara kerja dari sistem jaringan komputer bisa juga dilihat dari tipe jaringannya. Tipe jaringan itu terdiri atas jaringan berbasis server dan jaringan peer to peer.
Jaringan Client-Server
Pada sistem jaringan komputer ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
Jaringan Peer-to-peer
Pada sistem jaringan komputer ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
JENIS SISTEM OPERASI JARINGAN YANG DIGUNAKAN DALAM MASING-MASING KOMPUTER
- Sistem Operasi Jaringan Client
- Sistem Operasi Jaringan Server
Dibawah ini ada penjelasan mengenai Windows Server 2019 beserta cara installnya.
WINDOWS SERVER 2019
Windows server 2019 adalah sistem operasi server versi terbaru yang dirilis oleh Microsoft, sebagai bagian dari keluarga sistem operasi windows NT
Windows server memiliki fitur khusus yang membedakannya dengan sistem operasi client seperti windows 7 dan lainnya, yaitu fitur active directory yang digunakan administrator untuk mengelola user dan resource jaringan secara terpusat.
Windows server memiliki fitur khusus yang membedakannya dengan sistem operasi client seperti windows 7 dan lainnya, yaitu fitur active directory yang digunakan administrator untuk mengelola user dan resource jaringan secara terpusat.
1. Support untuk Beta
2. Fitur baru lainnya pada GUI
• Ruang penyimpanan langsung
• Layanan migrasi penyimpanan
• Replika Penyimpanan
• Wawasan sistem
3. Perbaikan Windows Defender
4. Windows Admin Center
System Requirement minimum untuk instalasi windows server 2019 adalah:
- 1,4 GHz 64-bit processor
- RAM 512 MB ( 2 GB untuk server with desktop )
- Ruang disk 32 GB
- Network Gigabit ( 10/100/1000baseT ) Ethernet adapter
- Video super VGA
CARA MENGINSTALL:
1. Nyalakan komputer dan booting menggunakan media instalasi yang telah anda siapkan
2. Pilih Indonesia pada time and currency format

3. Kemudian klik Install now untuk memulai instalasi

4. Selanjutnya kita disuruh untuk memilih sistem operasi. Kita pilih Windows server 2019 standart evaluation ( desktop experience )

5. Kemudian kita konfirmasi persetujuan. Centang pada I accept the license terms kemudian klik next

6. Karena kita melakukan instalasi baru, maka kita pilih custom

7. Kemudian kita harus mengatur partisi terlebih dahulu. Atur partisi sesuai yang anda inginkan.



9. Setelah proses instalasi selesai. Kemudian kita atur kata sandi untuk administrator


10. Setelah tampilannya seperti ini, kita tekan CTRL + Alt + Delete pada keyboard untuk unlock screen

11. Selanjutnya kita masukan password administrator

12. Jika tampilannya seperti ini, itu artinya instalasi windows server 2019 telah berhasil


CATATAN: Setelah instalasi selesai, kita perlu untuk melakukan beberapa konfigurasi dasar, diantaranya yaitu setting hostname dan konfigurasi IP.
Selanjutnya bisa kita lanjutkan dengan melakukan instalasi active directory pada windows server 2019 ini.
Terimakasih, semoga bermanfaat di penjelasan artikel saya ini.
SUMBER:

Komentar
Posting Komentar